|
I. DASAR PEMIKIRAN
Remaja adalah individu dengan potensi diri yang kaya dan keingintahuan besar. Proses pencarian jati diri, membuat remaja haus akan sarana pengenalan dan pengembangan diri, agar gambaran diri ideal yang diharapkan semakin terbentuk jelas.
Sementara itu, dalam dekade terakhir, berbagai lembaga internasional dan negara di dunia banyak menaruh perhatian besar kepada remaja. Remaja baik secara mandiri maupun difasilitasi oleh sektor bisnis, lembaga non profit, ataupun pemerintah dinilai sebagai sumber daya vital dan sebagai agen penting untuk perubahan sosial masyarakat.
Pada tahun 2009 remaja pramuka di Brazil mengumpulkan daftar nama makanan yang tidak sehat dan tidak layak dikonsumsi di sejumlah supermarket. Tahun yang sama, remaja di Tajikistan memberikan pelatihan untuk anak-anak di sekolah tentang kebersihan tangan. Tahun 2008 lalu remaja di Bahama melakukan survei, seminar, pembuatan materi kampanye pin peduli HIV AIDS. Sedangkan siswa SMP dan SMA se kabupaten Jepara, Indonesia pameran 4 dimensi, diskusi dan lomba debat terkait pembangunan PLTN Muria. Sementara itu, di tahun yang sama remaja di India menyediakan akses bacaan melalui perpustakaan berjalan (dengan sepeda).
Menggagas ide berdasarkan kebutuhan dan peluang serta merealisasikannya sebagai perwujudan dari jiwa kewirausahaan adalah satu dari empat tahap Program inspiratif pelajar Indonesia “ Global Youth Enterpreneursip Course”. Dengan menitikberatkan pada prinsip kewirausahaan sosial, remaja diharapkan dapat memulai perannya di masyarakat sejak hari ini.
II. PENYELENGGARA
Program ini diselenggarakan oleh LPII FOUNDATION (Lembaga Pendidikan Inspiratif Indonesia), lembaga pengembang inovasi pendidikan di Indonesia didukung oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dan Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga.
III. TEMPAT DAN WAKTU
Kegiatan akan dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 29 – 31 Januari 2010 bertempat di Gedung LMPI, Utan Kayu No.20 A Jakarta Timur.
IV. PESERTA
Ditujukan bagi 36 pelajar usia 14-17 tahun dari berbagai lembaga pendidikan (formal dan non formal termasuk PKB,TKBM, rumah belajar). Masing-masing lembaga maksimal mengirimkan 3 orang peserta.
V. PRINSIP PROGRAM
- Merupakan sumber belajar kewirausahaan khususnya kewirausahaan sosial.
- Sebagai Wadah eksplorasi dan eskperimentasi minat serta potensi remaha
- Pengembagan dan pemberdayaan leadership skill remaja
- Pelibatan remaja dalam program pemberdayaan masyarakat
- Menjadi stimulus terbentuknya jaringan persahabatan remaja Indonesia untuk kemudian terlibat aktif dalam persahabatan remaja internasional
- Memfasilitasi remaja yang berada dalam fase pencarian role model, untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan narasumber sebaya
VI. MAKSUD DAN TUJUAN PROGRAM
- Program ini ditujukan bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Secara khusus, program memiliki tujuan sebagai berikut:
- Memberikan pengenalan dasar konsep kewirausahaan sosial.
- Memberikan pengenalan sekaligus praktek mengenai prinsip- prinsip dan metode- metode berpikir dan analisa, penelitian sederhana, dan perancangan program aksi berbasis kewirausahaan sosial.
- Mengembangkan minat dan bakat peserta berdasarkan potensi lokal masing-masing wilayah.
- Mempersiapkan keterlibatan remaja pada program kerelawanan remaja berafiliasi internasional yaitu 123 Inspiring Days dan Global Youth Service Day pada 2010.
- Terbentuknya interaksi berkelanjutan antar dan intra sekolah, guru, pelajar dan masyarakat
- Mewujudkan program aksi pemberdayaan masyarakat oleh remaja yang mengarah pada sustainable development.
VII. MUATAN PROGRAM
- Eksplorasi konsep diriKonsep kewirausahaan sosial
- Realita sosial masyarakat (lokal, nasional, dan internasional)
- Realita sosial masyarakat (lokal, nasional, dan internasional)
- Kerelawanan dan tanggung jawab sosial
- Model program pemberdayaan masyarakat
- Model program pemberdayaan masyarakat
- Metode berpikir (identifikasi dan analisa)
- Penelitian sederhana (survei)
- Manajemen program kerelawanan berbasis kewirausahaan social
- Proyek aksi GYSD (Global Youth Service Day) 2010
VIII. METODE DAN INSTRUMEN PROGRAM
Metode belajar yang digunakan adalah metode belajar Experiential Learning dan kegiatan kelompok.
Instrumen yang digunakan antara lain:
- Instrumen eksplorasi diri
- Instrumen metode berpikir
- Jurnal of the day
- Instrumen market survey
- Instrumen social budgeting
- Proposal program aksi
- Wall Post untuk negeri
- Deklarasi remaja inspiratif
- Media jejaring (email, web dan blog)
IX. INDIKATOR PENCAPAIAN PROGRAM
Indikator yang diharapkan muncul sebagai bentuk pencapaian kemanfaatan dari program ini adalah :
- Peningkatan pemahaman dan kemampuan mengeksplorasi minat dan potensi peserta
- Peningkatan kemampuan mengidentifkasi permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya sekaligus memberikan alternatif solusi.
- Peningkatan pemahaman mengenai konsep kewirausahaan sosial yang terlihat dari dihasilkannya minimal 10 rencana program aksi berbasis kewirausahaan sosial.
- Kesiapan peserta untuk menjadi panitia lokal program kerelawanan remaja berafiliasi internasional 123 Inspiring Days dan Global Youth Service Day 2010, terlihat dari terlaksananya rencana program aksi yang memberikan kemanfaatan kepada masyarakat.
X. TINDAK LANJUT PROGRAM
Kelanjutan dari program ini terlihat dari capaian berikut:
- Capaian tahap I : Warming up, look around and think out of the box phase.
- Kunjungan kewirausahaan sosial, pembentukan kepanitiaan local organizer dari setiap kelompok peserta,penyusunan jobdesk kepanitiaan yang jelas.
- Capaian tahap II : Get Ready phase
- Siaran pers awalan (expose program aksi di wesite LPII dan GYSD, media lokal), terhimpunnya jaringan relawan, penggalangan dana kegiatan.
- Capaian tahap III : Do It phase
- Pelaksanaan program aksi kerelawanan pada rangkaian 123 Inspiring Days dan GYSD 2010.
- Capaian tahap IV : Do Differently phase
- Feedback dan expose pelaksanaan program aksi kerelawanan.
XI. KETENTUAN KESERTAAN PESERTA
Diharapkan masing-masing lembaga mengirimkan 3 peserta yang memiliki minat lebih di bidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Pendaftaran dilakukan dengan cara:
- Peserta mengisi formulir pendaftaran dan membayar biaya kesertaan sejumlah Rp. 385.000 (tiga ratus delapan puluh lima ribu rupiah). Pembayaran dapat dilakukan dengan transfer melalui BNI cabang UNJ a.n Lembaga Pendidikan Inspiratif Indonesia, no.rek.172-480- 251.
- Setelah formulir pendaftaran dan tanda bukti pembayaran diterima panitia, peserta akan mendapatkan Bukti Tanda Terima Peserta.
- Bukti Tanda Terima Peserta wajib dibawa untuk registrasi ulang di lokasi kegiatan.
- Pendaftaran dan kelengkapan syarat kesertaan maksimal diterima tanggal 25 Januari 2010.
XII. FASILITAS (saat dan paska pelatihan)
- 3 hari pertemuan pelatihan
- Handout, instrumen pembelajaran
- Sertifikat kesertaan
- Akses internet selama 3 hari pertemuan pelatihan (Masing-masing perwakilan lembaga peserta diperbolehkan membawa laptop sebagai alat bantu pembelajaran)
- E-book Youth World Book Service Project, dokumentasi visual pendampingan, kaos
- Fasilitasi 2 x pertemuan lanjutan, serta 1 x kunjungan lapangan (dalam rangka pendampingan program aksi)
- Expose profil program aksi kelompok di website LPII foundation (www.lpii.org) dan GYSD (www.gysd-indonesia.org)
- Fasilitasi konsultasi guru pembimbing /kelembagaan
XIII. INFORMASI DAN PENDAFTARAN
Informasi dan konfirmasi kesertaan dapat melalui Silvi di Nomor 021-85835336 atau Sheila 021-98038488 atau melalui email :
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
. Maksimal pendaftaran Senin, 25 Januari 2010.
LPII FOUNDATION ( Lembaga Pendidikan Inspiratif Indonesia)
Gedung LMPI, Jl. Utan Kayu Raya No. 20-A Jakarta Timur 13120;
Telp.021-8583536, 021-98038488 ; Fax: 021-858.3536
email: lpii_gysd@yahoo.com,
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website: www.gysd-indonesia.org
|