|
Istilah Pendidikan Kewargaan yang dalam dunia pendidikan Indonesia diwujudkan melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), sesungguhnya banyak topik spesifik tertentu darinya yang lebih relevan untuk dibelajarkan melalui mata pelajaran Sejarah, Goegrafi, dan Sosiologi. Dalam lingkup ini semua, Pendidikan Kewargaan bertujuan mengembangkan potensi siswa dan semua pihak terkait (sebagai individu warga negara Indonesia serta sebagai individu warga bumi) sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan kewargaan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta perawatan bersama planet bumi.
Kendala besar yang ditemui pada pelaksanaan di sekolah/kelas adalah bahwa pengajaran pendidikan kewargaan terbentur pada pola pembelajaran konten yang normatif, serta sangat terbatasnya praktek pembelajaran kasus/proyek yang dapat meningkatkan keterampilan siswa untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kasus ini, penggunaan peta (baik hardprint maupun digital) sebagai instrumen pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, merupakan salah satu pendekatan alternatif untuk kalangan siswa usia remaja. Secara spesifik, penggunaan peta berimpresi pendidikan, pluralitas budaya, kekayaan sumberdaya alam, aktivitas ekonomi, serta identitas ke-Indonesia-an, akan dapat memperluas wawasan siswa remaja terhadap kota masing-masing, mendorong rasa kecintaan terhadap wilayah Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan aktivitas persahabatan multikultural dan lintas-wilayah melalui berbagai bentuk proyek atau kegiatan bersama.
Beberapa hal mendasar di atas telah mendorong Pusat Dokumentasi Pendidikan Indonesia (PDPI) yang bekerja sasama dengan LPII Foundation dan Sekjen Departemen Pendidikan Nasional menyelnggarakan Pelatihan Pendidikan Kewargaan yang berlangsung pada tanggal 22-24 Desember 2009. Pelatihan ini dihadiri oleh 40 orang guru dari kawasan Jabodetabek dan beberapa lembaga representatif seperti Institute Tanah Air, Kemengpora dan BAKOSURTANAL yang diundang sebagai nara sumber dalam acara yang berlangsung dari pukul 08.00-17.15 WIB.
Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, dengan rincian kegiatan hari pertama ( 22/12/09) diperuntukkan bagi Guru/Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C" dan pada hari keduanya (23/12/09) dikhususkan untuk Sisawa SMA/Remaja Peserta Pendidikan Kesetaraan Paket C. Sebagai penajaman dari maksud pelatihan pendidikan kewargaan, maka dalam rangkaian pelatihan ini juga dilaksanakan pameran peta-peta tematik yang memiliki keterkaitan dengan pengayaan kontent pendidikan kewargaan. Lokalatih bagi guru dan tutor ini akan ditindak lanjuti dengan Online Learning Center Pendidikan Kewargaan serta Seri Lokalatih Pendidikan Kewargaan yang akan berlangsung setiap bulan sekali dari bulan Januari-Mei 2010. (MS/01/2010
Istilah Pendidikan Kewargaan yang dalam dunia pendidikan Indonesia diwujudkan melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), sesungguhnya banyak topik spesifik tertentu darinya yang lebih relevan untuk dibelajarkan melalui mata pelajaran Sejarah, Goegrafi, dan Sosiologi. Dalam lingkup ini semua, Pendidikan Kewargaan bertujuan mengembangkan potensi siswa dan semua pihak terkait (sebagai individu warga negara Indonesia serta sebagai individu warga bumi) sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan kewargaan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta perawatan bersama planet bumi. Kendala besar yang ditemui pada pelaksanaan di sekolah/kelas adalah bahwa pengajaran pendidikan kewargaan terbentur pada pola pembelajaran konten yang normatif, serta sangat terbatasnya praktek pembelajaran kasus/proyek yang dapat meningkatkan keterampilan siswa untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kasus ini, penggunaan peta (baik hardprint maupun digital) sebagai instrumen pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, merupakan salah satu pendekatan alternatif untuk kalangan siswa usia remaja. Secara spesifik, penggunaan peta berimpresi pendidikan, pluralitas budaya, kekayaan sumberdaya alam, aktivitas ekonomi, serta identitas ke-Indonesia-an, akan dapat memperluas wawasan siswa remaja terhadap kota masing-masing, mendorong rasa kecintaan terhadap wilayah Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan aktivitas persahabatan multikultural dan lintas-wilayah melalui berbagai bentuk proyek atau kegiatan bersama. Beberapa hal mendasar di atas telah mendorong Pusat Dokumentasi Pendidikan Indonesia (PDPI), LPII Foundation dan Sekjen Departemen Pendidikan Nasional menyelnggarakan Pelatihan Pendidikan Kewargaan yang berlangsung pada tanggal 22-24 Desember 2009. Pelatihan ini dihadiri oleh 40 orang guru dari kawasan Jabodetabek dan beberapa lembaga representatif seperti Kesbangpol Depdagri, GRASINDO, Dep Budpar yang diundang sebagai peninjau dalam acara yang berlangsung dari pukul 08.00-17.15 WIB. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, dengan rincian kegiatan hari pertama ( 22/12/09) diperuntukkan bagi Guru/Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C" dan pada hari keduanya (23/12/09) dikhususkan untuk Sisawa SMA/Remaja Peserta Pendidikan Kesetaraan Paket C. Sebagai penajaman dari maksud pelatihan pendidikan kewargaan, maka dalam rangkaian pelatihan ini juga dilaksanakan pameran peta-peta tematik yang memiliki keterkaitan dengan pengayaan kontent pendidikan kewargaan.(MS/01/2010
|